Wifi-isme; Antara Mode Baru dan Dekadensi Literasi di Perpustakaan
Kalau tidak salah, 120 hari yang lalu kujenguk gedung yang penuh sesak dengan berbagai sub-genre buku yang terpajang rapi di rak dan lemarinya. Gedung yang berisi koleksi buku tersebut merupakan perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. Fasilitasnya pun bikin ketagihan. Siapapun yang pernah menginjakkan kaki di perpustakaan ini dipastikan betah berdiam berlama-lama. Setiap pojok ruangan terdapat meja dan kursi ditambah AC yang dingin, tidak lupa wifi gratis bagi pengunjung perpustakaan membuat penghuninya betah mendiami ruangan yang penuh buku tersebut berjam-jam. Bila diperhatikan, pengunjung perpustakaan yang dominan para pelajar dan mahasiswa memang mengambil buku dari raknya, kemudian berdiam atau mengasingkan diri di pojok atau dibalik rak buku, lalu duduk dibawahnya sembari membuka buku dan gadget. Buku tersebut tetap dalam keadaan hangat dan tanpa dibuka kembali halamannya alias hanya terbuka begitu saja. Sedangkan gadget lancar beroperasi dengan sam...